04. Rukun dan Wajib Ibadah

|

Rukun HAJI

Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah.

  • Ihram –  Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.
  • Wukuf –  di Arafah Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.
  • Thawaf Ifadah –  Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah.
  • Sa’i –  Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah.
  • Tahallul –  Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.
  • Tertib –  Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal

 |

Wajib HAJI

 Adalah kegiatan yang harus dilakukan pada Ibadah HAJI, jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda).

  • Niat Ihram –  Dilakukan setelah berpakaian Ihram dari Miqat.
  • Mabit (bermalam) –  di Muzdalifah pada tgl 9 Zulhijah Dalam perjalanan dari Arafah ke Mina
  • Melempar jumroh Aqabah –  Pada tanggal 10 Zulhijah
  • Mabit di Mina –  Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
  • Melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah –  Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
  • Tawaf Wada –  Melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah.
  • Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram —

Apabila meninggalkan salah satu dari wajib HAJI, maka ibadah HAJInya tetap sah tetapi wajib membayar DAM.

Khusus untuk pelaksanaan Thawaf Wada’, apabila seorang jama’ah sedang berhalangan (karena haid atau sakit), maka jika meninggalkannya tidak terkena DAM.

 |

Rukun UMRAH

  •  Ihram (niat berumrah)
  • Thawaf
  • Sa’i
  • Tahallul – Memendekkan/Bercukur rambut.
  • Tertib

Bila seorang jama’ah meninggalkan salah satu rukun umrah, maka ibadah umrahnya tidak sah.

 |

Wajib UMRAH

Yaitu Ihram Umrah dari Miqat (tempat dimulainya pelaksanaan niat ihram) dan tidak melakukan beberapa perbuatan yang dilarang selama Umrah. Bila wajib umrah ditinggalkan (seperti tidak melakukan Miqat) maka wajib membayar DAM.

 |

Iklan