11. Manasik HAJI

|

Secara bahasa Haji berarti Kunjungan, Perjalanan, atau Ziarah. Secara istilah haji berarti berkunjung atau berziarah ke Baitullah (Ka’bah) di tanah suci Makkah untuk melakukan beberapa amalan atau ibadah.

Dalam waktu tertentu demi memenuhi panggilan Allah SWT dan melaksanakan rukun Islam yang kelima. ( 8 DZULHAJJAH – 13  DZULHAJJAH )

IBADAH HAJI dimulai dengan :

  1. Ihram dari Miqat.
  2. Thawaf Qudum
  3. Sa’i (Niat untuk Haji)
  4. Mabit di Mina
  5. Wuquf di Padang Arafah
  6. Mabit di Muzdalifah
  7. Melempar Jumrah Aqobah & Memotong/Mencukur Rambut.
  8. Thawaf  Ifadhah
  9. Mabit di Mina.
  10. Akhiri dengan Thawaf Wada’

Silahkan Download :

 |

|

1.  IHRAM DARI MIQAT

Ihram diambil dari bahasa arab, dari kata “Al-haram” yang bermakna terlarang (tercegah). Dinamakan ihram karena seseorang yang masuk kepada kehormatan ibadah haji dengan niatnya.

Miqat / Miqot adalah batas bagi dimulainya Ibadah Haji atau Umrah (batas-batas yang telah ditetapkan). Apabila melintasi Miqat, seseorang yang ingin mengerjakan Haji atau Umrah perlu mengenakan kain Ihram dan melakukan Niat.

Memperbanyak  Talbiyah atau Do’a

LABAIK ALLAHUMA LABAIK

|

2.  THAWAF QUDUM

Sesampai di Ka’bah, Talbiyah berhenti sebelum Thawaf. Kemudian menuju Hajar Aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya.

–  Jika mampu dan mengucapkan : Bismillahi wallahu akbar

– Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata  ”Allahu akbar“.

Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.

Salat 2 raka’at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka’at pertama dan Al-Ikhlas pada raka’at kedua.

 |

3.  SA’I (Niat untuk Haji)

Sa’i dengan naik ke Bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan :  ”Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi ”  ( Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya )

Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan :

Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa shodaqo ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu ” .. 3x

Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.

Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala ( Tahallul )  bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.  Kemudian menuju MINA

|

4.  MABIT DI MINA

Doa tiba di mina

  • Berangkat dari Mekah ke Mina ( atau langsung ke Arafah ).
  • Bila Mabit di Mina melakukan Shalat 5 Waktu
  • Melakukan Shalat dengan cara Ghasar tanpa Jama.
  • Bermalam ( Mabit ) di Mina sebelum berangkat ke Arafah.
  • Berangkat ke ARAFAH setelah matahari terbit atau setelah sholat subuh.

|

5.  WUKUF DI PADANG ARAFAH

Doa Memasuki Kawasan Arafah

  • Berdoa, dzikir, tasbih sambil menunggu waktu Wukuf  (pada siang hari)
  • Shalat Dzuhur dan Ashar dijama’ qasar (Dzuhur 2 rakaat, Ashar 2 rakaat),  dilaksanakan pada waktu Dzuhur.
  • Tepat ketika matahari tengah hari bergeser (melewati jam 12 siang) ke ufuk terbenam, tibalah waktu Wukuf.
  • Laksanakan Wukuf dengan berdoa, dzikir, talbiyah, istighfar terus menerus dan berhenti saat Maghrib.
  • Setelah matahari terbenam, berangkat ke MUZDALIFAH. Sholat Maghrib nanti dilakukan di Muzdalifah (dijamak dengan sholat Isya)

|

Doa Ketika Melihat Jabal Rahmah

Doa Wukuf

Doa Ketika Meninggalkan Arafah

Doa Tiba Di Muzdalifah

|

6.  MABIT DI MUSDALIFAH

  • Sholat Maghrib dan Isya dijamak ta’khir.
  • Mabit di Muzdalifah, paling tidak berhenti sebentar sampai lewat tengah  malam.
  • Mengumpulkan 7 batu kecil untuk melontar Jumrah Aqabah besok pagi (setelah sholat Subuh pd tgl 10 Zulhijah).
  • Untuk persiapan tgl 11-12-13 Zulhijah dapat mengumpulkan batu kecil sebanyak : 7 buah x 3 jamrah = 21 buah x 3 hari = 63 buah.
  • Setelah Sholat Subuh pd tgl 10 Zulhijah, berangkat ke MINA

|

|

7.   MELEMPAR JUMROH AQOBAH

Doa tiba di mina

  • Melontar Jumrah Aqabah 7 kali
  • Tahallul Awal
  • Menuju ke MAKKAH.

( untuk melakukan Thawaf Ifadah atau dapat pula mencukur rabut )

Doa melontar jumroh

Doa Setelah Melontar Jumroh

|

8.  THAWAF IFADAH

  • Melakukan Tawaf Ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra, bagi yang menginginkan.
  • Harus berada kembali di MINA sebelum Maghrib.
  • Mabit di MINA sampai lewat tengah malam.

Doa Setelah Tahallul Mina

|

|

9. MABIT  DI MINA

11 DzulHajjah

  • Melontar Jumrah  ULA – WUSTHA – AQABAH masing-masing 7 kali.
  • Mabit di Mina, paling tidak sejak sebelum maghrib sampai lewat tengah malam.

Doa melontar jumroh

Doa Setelah Melontar Jumroh

12 DzulHajjah

  • Melontar Jumrah  ULA – WUSTHA – AQABAH masing-masing 7 kali.
  • Bagi yang Nafar Awal, kembali ke Mekah sebelum Maghrib dilanjutkan dengan Tawaf Ifadah, Sa’i serta Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang Nafar Tsani, mabit di Mina

Doa melontar jumroh

Doa Setelah Melontar Jumroh

13 DzulHajjah

  • Melontar Jumrah ULA – WUSTHA – AQABAH masing-masing 7 kali.
  • Kembali ke MAKKAH
  • Tawaf Ifadah, Sa’i dan Tahallul Qubra bagi yang belum.
  • Bagi yang sudah melakukan Sa’i sesudah Tawaf Qudum (ketika baru tiba di Mekah) tidak perlu lagi melakukan Sa’i. Tinggal melakukan Tahallul saja.
  • Tawaf dan Sa’i yang dilakukan juga berfungsi sebagai Tawaf dan Sa’i Umroh
  • Ibadah Umroh dan Haji Selesai.

Doa melontar jumroh

Doa Setelah Melontar Jumroh

|

10.  AKHIRI DENGAN THAWAF WADA

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 

Janganlah sekali-kali seseorang pergi sehinga mengakhirinya di Baitullah yaitu melakukan Thawaf Wada’ terlebih dahulu.” (Diriwayatkan Muslim) {Ditakhrij oleh Muslim dalam kitab Al-Hajj, bab”Wujubu Thawaf al-Wada’ wa Suquthuhu ‘An Al-Haid”,[963]}.

Thawaf Wada adalah akhir dari semua rangkaian Ibadah Haji. Maka jika seseorang telah Thawaf Wada’ hendaknya berusaha berhenti di Multazam seraya berdo’a dengan apa yang dapat dilakukan dan memohon kepada Allah agar dikaruniai-Nya dapat kembali ke Baitullah dan berharap agar Ibadah Haji yang dilakukannya bukan sebagai akhir kedatangannya di Mekkah.

Kemudian dia keluar dengan cara yang wajar dan tidak dengan berjalan mundur membelakangi Ka’bah, tapi berjalan bisa dengan menjadikan Ka’bah pada arah belakangnya.

Kemudian setelah dia pulang. Jika dia berhenti lama, seperti setengah jam karena tidak ada keperluan penting maka dia harus mengulangi Thawaf Wada’. Jika seseorang melakukan jual beli atau pekerjaan yang menunjukkan dia ingin muqim, maka dia harus mengulangi thawaf wada’.

Adapun jika seseorang membeli sesuatu untuk perjalanannya atau untuk kebutuhan keluarganya, maka dia tidak wajib mengulangi Thawaf Wada’.

Doa Tawaf Wada

Doa Setelah Thawaf Wada

Sumber :

 |